Sekitar 81 perancang busana akan meramaikan Jogja Fashion Week (JFW) di Jogja Expo Center mulai 18 Juni-22 Juni 2014. Para perancang busana yang andil dalam JFW dapat mengeluarkan ide dari tradisi masing-masing. Seperti mengangkat batik, tenun atau songket dengan ide yang menarik. Dalam Jogja fashion Week ini desain pakaian yang ditampilkan selalu dapat digunakan atau ready to wear. Hal ini menjadi ciri khas dari acara tahunan JFW. Jogja Fashion Week diharapkan akan menjadi pintu gerbang fashion dunia. Selama penyelenggaraan JFW tahun 2014 ini setiap harinya ada tiga sesi. Setiap sesinya memfasilitasi desain busana anak, pemula dan profesional yang dibagi waktunya mulai dari siang, sore hingga malam hari. Sore hari untuk parade dan malam dalam bentuk mini show. Khusus hari terakhir, yakni hari minggu (15/6/2014) akan ada peragaan busana pria. Panggung Jogja Fashion Week juga dirancang agar mengacu pada peragaan busana kelas dunia, yakni dengan tidak lagi menggunakan stage namun langsung lantai. Untuk menunjukkan ciri khas Jogja akan ditampilkan nuansa khas kota Gudeg ini yaitu tugu. Selama penyelenggaraan JFW pekan depan ini, akan ada 1.080 outfit yang bisa dilihat pengunjung. Jumlah ini justru meningkat dibandingkan tahun lalu dengan 1.015 karya dari 100 perancang busana. Meski jumlah perancang busana yang terlibat tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, namun hal ini memang menjadi salah satu persyaratan bagi perancang busana yang ingin mengikuti acara ini. Karena setiap malam hanya digelar 5-6 perancang busana jadi mereka harus bisa memproduksi lebih banyak rancangan hingga sekitar 24 jenis busana. Mengusung tema Aura, Jogja Fashion Week tahun ini bertujuan merangkum warna-warna tradisi Nusantara, mulai dari Sabang sampai pulau Rote. Ini dikarenakan para perancang busana yang terlibat bukan hanya berasal dari daerah Jogjakarta namun juga dari luar Jawa. Dari 81 perancang busana yang terlibat, hanya 45 persen yang berasal dari Jogjakarta, sementara selebihnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung, Bali, Palembang, bahkan Malaysia.
Senin, 23 Juni 2014
Jogja Fashion Week 2014
Sekitar 81 perancang busana akan meramaikan Jogja Fashion Week (JFW) di Jogja Expo Center mulai 18 Juni-22 Juni 2014. Para perancang busana yang andil dalam JFW dapat mengeluarkan ide dari tradisi masing-masing. Seperti mengangkat batik, tenun atau songket dengan ide yang menarik. Dalam Jogja fashion Week ini desain pakaian yang ditampilkan selalu dapat digunakan atau ready to wear. Hal ini menjadi ciri khas dari acara tahunan JFW. Jogja Fashion Week diharapkan akan menjadi pintu gerbang fashion dunia. Selama penyelenggaraan JFW tahun 2014 ini setiap harinya ada tiga sesi. Setiap sesinya memfasilitasi desain busana anak, pemula dan profesional yang dibagi waktunya mulai dari siang, sore hingga malam hari. Sore hari untuk parade dan malam dalam bentuk mini show. Khusus hari terakhir, yakni hari minggu (15/6/2014) akan ada peragaan busana pria. Panggung Jogja Fashion Week juga dirancang agar mengacu pada peragaan busana kelas dunia, yakni dengan tidak lagi menggunakan stage namun langsung lantai. Untuk menunjukkan ciri khas Jogja akan ditampilkan nuansa khas kota Gudeg ini yaitu tugu. Selama penyelenggaraan JFW pekan depan ini, akan ada 1.080 outfit yang bisa dilihat pengunjung. Jumlah ini justru meningkat dibandingkan tahun lalu dengan 1.015 karya dari 100 perancang busana. Meski jumlah perancang busana yang terlibat tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, namun hal ini memang menjadi salah satu persyaratan bagi perancang busana yang ingin mengikuti acara ini. Karena setiap malam hanya digelar 5-6 perancang busana jadi mereka harus bisa memproduksi lebih banyak rancangan hingga sekitar 24 jenis busana. Mengusung tema Aura, Jogja Fashion Week tahun ini bertujuan merangkum warna-warna tradisi Nusantara, mulai dari Sabang sampai pulau Rote. Ini dikarenakan para perancang busana yang terlibat bukan hanya berasal dari daerah Jogjakarta namun juga dari luar Jawa. Dari 81 perancang busana yang terlibat, hanya 45 persen yang berasal dari Jogjakarta, sementara selebihnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung, Bali, Palembang, bahkan Malaysia.
Jumat, 02 Mei 2014
Fashion Show SMK PGRI Batang
Dalam rangka perpisahan Praktek Pengalaman Lapangan Universitas Negeri Semarang (PPL UNNES) 2013, seperti tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa UNNES yang melaksanakan PPL di SMK PGRI Batang mengadakan acara perpisahan dengan para murid dan para guru. Pada tahun ini acara perpisahan yang bertemakan "Kisah Klasik Untuk Masa Depan" berlangsung pada tanggal 19 Oktober 2013. Berbagai pengisi acara memeriahkan acara perpisahan PPL tahun ini, salah satunya adalah fashion show dari murid tata busana SMK PGRI Batang. Dengan cantiknya para murid ini berjalan di atas panggung dan dilihat oleh semua murid dan guru yang hadir di acara tersebut.
Kamis, 17 April 2014
Menuju Gelar Karya TJP UNNES 2014
Agenda rutin Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, GELAR KARYA akan segera digelar pada bulan Mei 2014. Acara yang bertajuk "Balada Negeri Dongeng dalam Nuansa Konservasi" ini akan berlangsung pada tanggal 22 Mei 2014 bertempat di Auditorium UNNES Semarang. Pada tahun ini, Program Studi Tata Busana dan Tata Kecantikan akan berkolaborasi dalam menunjukkan sebuah kisah dongeng nusantara. Diantaranya adalah cerita Timun Mas, Ande-Ande Lumut, Jaka Tarub, Bawang Merah Bawang Putih, Cinde Laras, Lutung Kasarung. Selain itu, ada juga kreasi masakan khas Indonesia yang dikemas apik oleh mahasiswa Program Studi Tata Boga. Untuk dapat melihat hasil karya para mahasiswa UNNES ini dibandrol tiket VIP dengan harga Rp.90.000,- dan tiket Reguler Rp. 20.000,-. So, tunggu apa lagi?? yuk buruan booking tiketnya sekarang juga.... ;)
Rabu, 16 April 2014
Baju Dodot Agnez Mo di Video Clip Coke Bottle
Indonesia patut berbangga atas prestasi yang telah diraih oleh seorang anak bangsa Indonesia ke kancah Internasional yaitu Agnes Monica aka Agnez Mo yang sekarang telah mengeluarkan video clip dari single Internasional pertamanya Coke Bottle. Dalam video clip tersebut Agnez Mo mengenakan berbagai macam busana. Salah satunya adalah baju dodot dari rancangan designer Indonesia Anne Avantie. Baju dodot merupakan pakaian adat jawa dari kain batik. Baju dodot biasanya digunakan pada acara resmi pengantin. Ciri khas baju dodot adalah atasan yang terdiri dari strapless dan bawahannya dengan kain jadi (jarik batik). Anne Avantie membuat baju dodot Prada dengan canting dan menggunakan teknik texmo yang ditampilkan dengan potongan-potongan aneka macam motif batik sebagai wujud "SEKAR JAGAT" (Bunga Dunia). Namun usaha Agnez Mo dan Anne untuk baju dodot ini dipakai untuk video clip sempat ada kendala karena baju dodot tersebut sempat ditahan di bandara Amerika Serikat dikarenakan aksesorisnya yang dianggap terbuat dari emas. Tapi setelah ada bantuan dari kedutaan Indonesia untuk Amerika baju dodot tersebut akhirnya sampai ditangan Agnez Mo. Namun, setelah baju dodot ini muncul ternyata banyak pro dan kontra di masyarakat Indonesia sendiri. Banyak orang yang menganggap kalau baju dodot yang dikenakan Agnez Mo terlalu terbuka dan seksi. Padahal di dunia fashion sendiri menilai bahwa baju dodot yang dikenakan Agnez Mo itu merupakan bentuk dari karya designer Indonesia yang harus dibanggakan. Hal ini karena baju dodot yang dikenakan Agnez Mo merupakan bentuk asli atau ciri khas dari baju dodot yang sebenarnya, yang memang terlihat seksi dan elegan. Perlu diingat bahwa dunia fashion merupakan dunia seni yang siapa saja bisa mengeksplorasi karya-karya yang dibuatnya dan usaha yang dilakukan oleh Agnez Mo untuk memperkenalkan baju adat Indonesia ke mata dunia patut diapresiasi dengan bangga. Begitupun dengan Anne Avantie yang telah merancang baju dodot ini untuk Agnez Mo, sehingga secara tidak langsung Fashion Indonesia telah diperkenalkan di dunia Internasional melalui musik. ^_^
Selasa, 11 Februari 2014
Analisis Mutu Tekstil
KELANGSAIAN
(DRAPE)
A.
TUJUAN
Memeriksa
karakteristik kelangsaian kain
B.
MATERI SINGKAT
Pengujian kelangsaian kain merupakan salah satu
teknik untuk mengetahui kenyamanan kain. Kain yang melangsai biasanya nyaman
dipakai, dan sesuai untuk busana wanita dengan model draperies.
Kelangsaian menunjukkan kemampuan jatuhnya kain
karena beratnya sendiri. Kain yang memilki kelangsaian yang baik sangat sesuai
untuk model-model drapery busana wanita. Disamping itu, kelangsaian juga dapat
digunakan sebagai parameter untuk menyatakan ketidak kakuan kain, karena kain
yang baik drape-nya bersifat fleksibel dan tidak kaku.
C.
ALAT & PERLENGKAPAN
o Drapemeter
o Jangka
o Mistar
o Gunting
D.
BAHAN
Kain dengan berbagai konstruksi atau ketebalan
dengan ukuran panjang 30cm, lebar sesuai dengan lebar kain.
E.
CARA KERJA
- Ambil
kain dan dibuat lingakaran berdiameter 10 inci (25,40cm) dengan bantuan jangka
sebanyak 3 buah
- Gunting
kain tersebut sesuai ukuran yang ada
- Letakkan
kain tersebut dengan titik pusat tepat pada titik pusat cakara penyangga alat
Drapemeter
- Amati
juga jatuhnya kain atau proyeksi jatuhnya kain rata-rata dengan mengukur jarak
terjatuh dan terdekat ujung kain dari pusat lingkaran, untuk dihitung
rata-ratanya
- Hitung
kelangsaian kain dengan rumus :
F
= As – Ad
Ac - Ad
F = Koefisien Kelangsaian
As
= Luas proyeksi bahan yang
melangsai
Ac
= Luas contoh uji
Ad
= Luas cakara penyangga
- Tentukan
tingkat kenyamanan berdasarkan standart berikut :
Koefisien
kelangsaian 0,70 – 1,00 kelangsaian tinggi ( sangat nyaman )
Koefisien
kelangsaian 0,40 – 0,69 kelangsaian sedang ( cukup nyaman )
Koefisien
kelangsaian 0,00 – 0,39 kelangsaian rendah ( tidak nyaman )
MUATAN LISTRIK STATIS
A.
TUJUAN
Mengetahui
tingkat atau kadar kandungan listrik yang terdapat pada kain
B.
MATERI SINGKAT
Pengujian kandungan muatan listrik statis pada kain
ditujukan untuk mengetahui tinggi rendahnya muatan listrik statis yang terdapat
pada bahan tekstil. Adanya muatan listrik statis menjadi salah satu indicator
ketidaknyamanan kain.
Kain yang menggunakan muatan listrik statis dalam
kadar yang tinggi kurang nyaman dipakai karena :
(1) dapat
menarik bulu-bulu pada kulit apabila sering bergesekan dengan kulit,
(2) mengganggu
kesehatan karena mengubah gaya listrik dalam tubuh,
(3) kain mudah
menarik kotoran halus di permukaan kain,
(4) kain
tergulung atau terlipat, melekat satu sama lain ketika dipakai.
C.
ALAT & PERLENGKAPAN
o Setrika
o Stopwatch
o Mistar
o Gunting
D.
BAHAN
Kain
dengan berbagai jenis dan konstruksi ukuran perca
E.
CARA KERJA
- Gunting
kain dengan ukuran 10 x 5 cm sebanyak 6
- buah
- Gosok
kain tersebut dengan setrika dengan setrika dingin sebanyak 10 kali dengan arah
gosokan searah
- Ukur
waktu lepasnya kain dari permukaan setrika dengan stopwatch
- Lakukan
hal yang sama untuk setrika panas, pada temperature yang sesuai dengan jenis
kain
- Hitung
waktu lekat rata-rata dari masing-masing tiga kali pengukuran dingin dan panas
- Tentukan
kenyamanan kain berdasarkan standar waktu lekat muatan listrik statis berikut
ini :
Waktu
lekat rata-rata (td) : > 5 detik tinggi (tidak nyaman)
3,00
– 5,00 detik sedang (cukup nyaman)
0,00
– 2,59 detik rendah (nyaman)
PENGUJIAN DAYA SERAP AIR
A. TUJUAN
Mengetahui
tingkat kemampuan kain untuk dibasahi, menyerap, dan menyimpan air
B. MATERI
SINGKAT
Pengujian daya serap air adalah salah satu pengujian
tingkat kenyamanan (comfortability) dipakai dari suatu bahan tekstil. Daya
serap air yang baik menunjukkan kemampuan kain menyerap keringat, sehingga kain
terasa sejuk. Daya serap air diukur melalui 3 indikator, yaitu : (1) Daya Basah
(Wettability); (2) Daya Resap (Wet Pick Up); dan (3) Daya Kapilaritas
(Capilarity)
1.
Pengujian Daya Basah (Wettability)
Daya basah menunjukkan kecepatan pembasahan kain.
Beasarnya diukur berdasarkan waktu yang diperlukan kain untuk menyerap tetesan
air yang jatuh pada permukaan kain tersebut dalam keadaan tegang.
Bahan
: perca kain yang cukup luas (25x25cm2) dan air
Alat
: pipet kecil, pembidangan (ram), dan
stopwatch
Cara
Kerja :
a) Regang
kain perca pada pembidangan, hingga permukaan kain cukup tegang
b) Tetesi
permukaan kain tersebut dalam posisi mendatar dan jalankan stopwatch pada waktu
yang bersamaan dengan saat penetesan air
c) Amati
saat ketika tetesan air menghilang dari permukaan kain karena terserap oleh
kain. Pada saat itu juga matikan stopwatch
d) Catat
waktu pembasahan
e) Lakukan
sampai 5 kali pengukuran dan ambil harga rat-ratanya sebagai waktu pembasahn
rata-rata
Standar Penilaian Daya Basah :
0 – 2 menit : daya basah tinggi
2 – 5 menit : daya basah sedang
> 5 menit : daya basah tinggi
2.
Pengujian Daya Resap ( Wet Pick Up )
Pengujian daya resap bermaksud mengukur kemampuan
kain menyimpan air secara normal bila kain tersebut direndam dalam air. Daya
resap dinyatakan dalam %WPU yang menunjukkan perbandingan berat air yang ada
dalam kain dengan berat kain dalam keadaan kering.
Bahan
: kain dengan ukuran 10 x 10 cm2 sebanyak 3 buah dan air
Alat : piala gelas 250 cc, pengaduk, pinset,
timbangan listrik atau analitik
Cara
Kerja :
a) Timbang
satu persatu contoh uji, dan hitung berat rata-rata kain dalam keadaan kering
(Bk)
b) Rendam
ketiga helai contoh uji dalam air tersebut selama 10menit
c) Adk-aduk
beberapa kali selama perendaman tersebut agar seluruh bagian kain terbasahi
merata
d) Angkat
kain tersebut dan tiriskan hingga tidak
ada lagi air yang menetes
e) Timbang
masing-masing contoh uji dalam keadaan basah tersebut, dan hitung harga
rata-ratanya sebagai berat basah (Bb)
f) Hitung
%WPU dengan rumus berikut :
Bk
Standar Penilaian : 0 -10 % : rendah
11- 30 % : sedang
31
– 70 % : tinggi
>70
% : sangat tinggi
3.
Pengujian Daya Kapilaritas ( Capilarity )
Kain adalah suatu bahan yang berpori ( phorous )
yang bersifat kapiler. Daya kapilaritas menunjukkan kemampuan perambatan air
pada kain karena sifat kapilaritas dari kain tersebut. Makin tinggi daya
kapilaritas berarti makin tinggi pula daya serap air kain tersebut.
Bahan
: 3 lembar pita ukuran 25x25cm2 memanjang kea rah lusi
3 lembar
untuk arah memanjang pakan
Air dan pewarna
Alat
: piala gelas 3 buah, penjepit jemuran 3 buah, tali gantungan, stopwatch
Cara
Kerja :
a) Gunting
contoh uji dan beri tanda pada jarak 5cm dari salah satu ujung pita
b) Isi
piala gelas masing – masing dengan air sebanyak 250cc, kemudian bubuhi pewarna
dan diaduk rata
c) Celupkan
ujung contoh uji sampai batas (5cm) ke dalam air dengan posisi vertical dengan
ujung lainnya digantung dengan jepitan
d) Amati
rambatan pewarna pada pita hingga maksimum dan tidak bergerak lagi
e) Ukur
waktu perambatan maksimum dengan bantuan stopwatch dan hitung waktu perambatan
rata-rata dari ketiga contoh uji (t)
f) Ukur
tinggi perambatan maksimum pada tiga lembar pita uji, dan hitung rata-ratanya
(h)
g) Hitung
daya kapilaritas dengan membagi tinggi peramabatan dengan waktu, dan rumus :
t (detik) h
: tinggi perambatan maksimum
t : waktu
perambatan
Standar
penilaian : 0 – 3 cm/menit : tinggi
4-5 cm/menit
: sedang
>5
cm/menit : rendah
Senin, 10 Februari 2014
Lingerie
- Pengertian Lingerie
Lingerie berasal dari bahasa latin Lingerie berasal dari kata Ineus, made of linen, from Inum, flax yang
berarti linen, yaitu jenis kain yang memiliki daya serap tinggi dan nyaman.
“Lingeri” artinya pakaian dalam. Banyak orang yang menafsirkan tentang
pengertian pakaian dalam yang berarti “Underclothing”.
Lingerie umumnya diartikan dengan
pakaian dalam wanita (Women’s
Underclothing) Lingerie adalah busana dalam wanita yang langsung melekat di
badan yang memiliki fungsi untuk melindungi dan memberikan rasa aman, menunjang
terhadap penampilan, bentuk badan menjadi terpelihara dan memberikan keleluasan
gerak.
Dalam bahasa Perancis, lingerie
berati segala jenis pakaian dalam bagi pria maupun wanita. Namun, dalam bahasa
Inggris dan pengertian umun, lingerie berati pakaian dalam wanita yang
dirancang untuk menampilkan daya tarik visual. Oleh karana itu lingerie identik
dengan keseksian wanita.
Untuk memperkuat fungsinya, lingerie
biasa dibuat dari satu atau beberapa jenis kain yang fleksibel, lentur, dan
lembut seperti lycra, nilon, poliester, satin, renda dan sutra yang tidak
banyak dipakai untuk pakaian dalam biasa.
- Sejarah Lingerie
Pada akhir abad ke-19 kaum wanita
mulai memikirkan pakaian dalam yang telah minim dan nyaman. Di zaman itu dan
sebelumnya, wanita diharuskan memakai pakaian dalam beserta korset ketat yang
sangat menyiksadan membatasi gerakan. Ide kitu sesuai dengan kondisi pecahnya
perang dunia I, dimana para wanita dituntut untuk terjun ke dalam
pekerjaan-pekerjaanyang semula di dominasi kaum pria. Mereka membutuhkan
pakaian dalam yang lebih sederhana.
Transformasi
Memasuki abad ke-20 bentuk pakaian
dalam bertransformasi menjadi lebih kecil dan ketat. Tidak ada lagi pakaian
dalam berlapis-lapisyang membuat sesak. Di tahun 1960-an, produsen-produsen
pakaian dalam seperti Frederick’s of Hollywood mulai memberi sentuhan glamour
pada lingerie. Industri lingerie semakin berkembang di abad ke-21. Produk
dasarnya meliputi celana dalam, bra, gaun tidur, kimono, dan beberapa
aksesoris.
Desain lingerie semakin berkembang
dari hari ke hari berkat perkembangan teknologi dan penggunaan kain. Para
desainer menekankan pada kain-kain yang tampak mewah, penambahan renda dan
bordiran, serta penggunaan warna-warna berani. Wanita di seluruh dunia pun mulai
mengenali lingerie sebagai suatu fashion item yang penting untuk dimiliki.
Entah itu untuk memanjakan diri sendiri atau menyenangkan pasangan.
Victoria’s Secret
Pasar global lingerie di tahun 2003 diperkirakan mencapai 29
miliar dolar. Produsen lingerie terbesar di dunia, Victoria’s secret, menjadi
penjual pakaian dalam terlaris di Amerika utara dan seluruh dunia. Pasar Eropa
pun dipenuhi lingerie yamng sebagian besar dihasilkan oleh perusahaan Triumph
International dan DB Apparel.
Sejak pertengahan 1990-an, kaum wanita telah mendapat banyak
pilihan untuk ukuran bra. Jika sebelumnya wanita memilih ukuran bra yang tidak
terlalu spesifik, sejak itu mereka mengenakan bra yang bener-bener pas dibadan.
Di Inggris, misalnya media massa menyebarkan kampanye mengenai pentingnya bagi
wanita untuk mencoba bra any sesuai sebelum membeli.
Beberapa jenis lingerie yang umum dimiliki wanita diantaranya adalah gaun pendek bermodel
babydoll dengan tali pada bahu. Biasanya, terbuat dari bahan lembut, tipis,
bahkan menerawang. Gaun tersebut biasanya dilengkapi kimono tidur dari bahan
serupa yang dipakai untuk menghangatkan atau untuk menutupi gaun di luar kamar.
Selain itu, ada ppula bustier (korset), setelan celana dalam dan bra yang
serasi, G-string(jenis celana dalam), stokingdilengkapi garter,kamisol(kaos
dalam),dan sebagainya.
Warna-warna yang tersedia untuk lingerie sangat beragam,
mulai dari hitam, putih,gading, krem,
hingga merah, ungu,biru muda, dan sebagainya. Bahan sutera,satin, dan aplikasi
renda juga termasuk pilihan paling popular diantara sekian banya bahan
lingerie.
- Pengertian Busana Dalam
Busana
dalam adalah busana yang langsung melekat di badan dan mengenai kulit. Menutupi
bagian tubuh yang peka, dan menutupi alat kelamin. Jadi pemakainya tidak
terhalang oleh pakaian lainnya (Underclothing).
Busana dalam wanita terdiri dari kutang (Bouste Houder, brassiere) bentuknya menutupi buah dada dan perut
atas, bebe dalam (Petticoat clock),
celana dalam (Directoire), long torso,
strapless, angkin, pakaian renang, gurita ibu dan kamisol. Sedangkan
pakaian dalam pria terdiri dari singlet, korset, celana dalam dan kaos kaki.
Busana
yang hanya dipakai di rumah dan pakaian untuk tidur. Pakaian rumah untuk wanita
terdiri dari daster, kemerjas, bebe rumah (house
dress). Pakaian tidur untuk wanita terdiri dari bebe tidur, babby doll,
gaun tidur, piyama, kamer jas. Sedangkan pakaian tidur untuk pria terdiri dari
kamer jas dan kimono.
- Bahan/Kain untuk Lingerie
Bahan
yang digunakan untuk lingerie adalah katun dan linen, bahan yang dapat menyerap
keringat dengan baik dan mudah dibersihkan. Bahan katun menimbulkan rasa
nyaman. Spandex, lycra (Power net), lateks,
sutra, nilon atau vynil untuk membuat
celana dalam menjadi strecth. Tricot, dibuat dari serat nylon, bobotnya terdiri dari tiga ukuran yaitu ringan, medium dan
berat. Tricot dengan bobot medium dan
berat biasanya banyak digunakan untuk membuat pakaian dalam.
- Macam-Macam Lingerie
1. Kutang/Bra/BH
Kutang (bahasa
Indonesia) atau Brassiera (Bra) atau Bouste Houder (BH) adalah penadah bagian
buah dada perempuan atau bisa diartikan sebagai baju dalam wanita untuk
menutupi payudara.
2. Celana dalam (Directiore)
Fungsi celana
dalam adalah untuk menekan perut, menutupi kemaluan dan anus serta membentuk
panggul. Jenis celana dalam yang bagus adalah jenis yang dapat menutupi perut,
pusar, lubang selangkangan tidak terlalu ketat dan bagian bawahnya berlapis
beberapa lembar.
3. Kamisol (Cammisole)
Fungsi kamisol
adalah untuk memberi bentuk busana yang kita pakai yaitu busana bagian atas.
Kamisol diperlukan terutama jika memakai blouse
dengan bahan terang. Bahan atau kain yang digunakan untuk membuat kamisol
adalah katun/linen, kain rajutan seperti TC, tricot dan nylon.
4. Corset
Fungsi corset
adalah untu menekan perut dan pinggang agar dapat memperbaiki bentuk pinggang,
perut dan panggul. Corset biasanya terbuat dari bahan spandex. lycra dengan ukuran berat, karena bahan ini bersifat mulur
sehingga bisa menekan perut dan panggul.
5. Longtorso (Strapless)
Longtorso biasa
juga disebut strapless yaitu kutang tidak bertali, pas badan dan kain bagian
atas kutang tidak turun ke bawah, maka diberi kawat pengeras depan dan
belakang.
Sabtu, 25 Mei 2013
Gelar Karya Mahasiswa Tata Busana UNNES Semarang Meriah
Mahasiswa Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi (TJP) angkatan tahun 2010 Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri semarang (Unnes) mengelar hasil karyanya dibalut dalam kegiatan Gelar Karya, Kamis (23/5) di auditorium kampus Sekaran.
Ketua panitia Oka Indah melaporkan kegiatan ini diikuti 106 peserta terdiri atas 47 orang dari gaun, kebaya ((41), Kecantikan (9) dan karakter (9) dari mahasiswa TJP program studi S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) konsentrasi Tata Busana, Tata Boga, dan Pendidikan Tata Kecantikan.
Hadir pada kegiatan itu Kepala dinas pariwisata kota semarang yang diwakili Taufan Kepala Seksi pergelaran seni, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Ygyakarta (UNY), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan dosen serta mahasiswa Unnes.
“Saya sangat mengapresiasi ide-ide yang dimunculkan mahasiswa secara cerdas, inovatif, dan kreatif dengan mengangkat bahan baku lokal dalam berbagai olahan, desain, dan rias,” kata M Harlanu Mpd Dekan FT.
Harlanu juga mengemukakan gelar karya ini mengusung tema “Imagination Based on Conservation” hal ini selaras dengan misi Unnes sebagai Universitas konservasi.
Ketua Jurusan TJP Dra Wahyuningsih MPd menyampaikan hasil karya ini merupakan wujud dari kegiatan akademik dalam mata kuliah gelar karya busana, gelar karya boga, dan gelar karya kecantikan sebagai mata kuliah wajib pada program studi (prodi) PKK dan Pendidikan Kecantikan.
Kegiatan ini sebagai wahana aktualisasi diri mahasiswa dalam mendesain, membuat, dan memperkenalkan hasil karya baik busana, boga, dan kecantikan kepada masyarakat luas.
Fashion Show
Bahan yang digunakan dalam setiap rancangan desainer menggunakan tekstil tradisional Jawa Tengah (batik dan tenun).
Menghadirkan dewan Juri desainer dari Semarang yakni Pinky Hendarto, Elkana, dan Ryan. Instrumen penilaian pada gelar karya ini meliputi sumber ide, kesesuaian bentuk, kreativitas, dan penampilan keseluruhan.
Bahan yang digunakan dalam setiap rancangan desainer menggunakan tekstil tradisional Jawa Tengah (batik dan tenun).
Menghadirkan dewan Juri desainer dari Semarang yakni Pinky Hendarto, Elkana, dan Ryan. Instrumen penilaian pada gelar karya ini meliputi sumber ide, kesesuaian bentuk, kreativitas, dan penampilan keseluruhan.
Sebagai pemenang kategori kebaya favorit pertama nomor undi 12 yakni kebaya yang didesain oleh Noor Laila Rahmadhani mendapat ide dari Bunga Lotus, favorit kedua nomor undi 35 Kebaya yang didesain Sri Wahyuni mendapat ide dari Jati Mustika.
Kategori gaun pengantin modern favorit pertama nomor undi 11 yakni Gaun yang didesain Nino Libriani ide dari pengembangan motif batik bakaran, favorit kedua nomor undi 40 Gaun desainer Imroatun Ayu Nazifah ide dari Holiness and Courage in Conservation.
Sedangkan untuk kategori make up cantik juara pertama Burung Garuda oleh Hafiyyatun habibah dan juara kedua Burung Podang. Make up karakter juara I yakni Reog desain Fitri Nurvitasari dapat ide dari kesenian rakyat tradisional reog ponorogo dan juara II barong desainer Devita Agni ide dari tari barong bali.
Pemenang produk kategori awetan manis nama produk Wabee karya Oki Ayu Megawati, Awetan gurih diraih Dian Nor Khayati. Yohanna Leni (kudapan manis),Rriza Rosita (kudapan gurih), dan Stand terbaik jatuh pada stand nomor 7 yakni sugar pastry of ipomoea.
Langganan:
Postingan (Atom)







